Oleh : Anisza Okselia
Dewasa ini begitu banyak teknologi yang sedang berkembang, khususnya di negara kita tercinta, Indonesia. Berbagai penemuan tercipta dan dikembangkan. Sepertinya tidak ada kehidupan tanpa teknologi. Namun, di sisi lain, sering terlintas di pikiran, apakah kita bisa menerima teknologi itu? Atau, apakah bisa kita lebih mengembangkannya dan membuat menjadi lebih baik? Disinilah peran kita sebagai engineer diperlukan, dimana dengan bekal ilmu yang kita dapatkan, kita bisa mengembangkan dan memanfaatkan menjadi teknologi yang lebih tepat guna.
Memang kita masih sebagai mahasiswa baru yang butuh banyak pengalaman untuk menghadapi ini, tapi tak ada salahnya, selagi masih awal kita membuka pikiran kita. Agar, kita bisa lebih siap menghadapi persaingan global dalam mengembangkan teknologi. Sebenarnya Indonesia memiliki banyak engineer yang berpotensi dan berbakat, tapi kebanyakan dari mereka lebih memilih mengembangkan potensinya di luar negeri. Hal ini dikarenakan kehidupan mereka disana lebih terjamin dan sejahtera, mereka bisa bebas berkreasi, mengembangkan inovasi. Apalagi, Indonesia memang lebih suka mengirim barang – barang mentah mereka ke luar negeri daripada mengolahnya sendiri dan mengimpornya dalam bentuk jadi. Kalau itu dipermasalahkan, pasti akan ada alasan mengenai biaya yang tidak dimiliki, tenaga ahli yang kurang atau bahkan bahan baku yang kurang. Itu sebenarnya bukanlah alasan, tapi wujud ketidak mandirian bangsa ini.
Telah banyak ide – ide yang lahir dari engineer – engineer kita, dan telah banyak yang mendapat penghargaan karena karyanya yang besar itu. Tapi rupanya Indonesia kurang bisa menghargai itu untuk kedepannya. Mereka hanya mengakui karyanya, tapi orang yang berkarya itu malah terlupakan. Banyak hal seperti ini yang terjadi.
Sekarang, saatnya kita sebagai engineer – engineer muda berinovasi, menjadikan Indonesia lebih baik, lebih mandiri dan lebih terpandang. Kita harus bisa mengembangkan berbagai inovasi, berbagai karya, dan berbagai kontribusi untuk negara ini. Banyak bahan – bahan baku di Indonesia yang belum terjamah dan termanfaatkan dengan baik yang mulai diincar dengan orang luar. Itulah bekal kita untuk memajukan negara ini juga. Kita harus bisa mengolah itu dan menjadikan bahan yang tepat guna. Selain itu, kesejahteraan dan pengabdian terhadap engineer – engineer yang telah berperan harus dipikirkan juga agar mereka betah berada di Indonesia, merasa sejahtera, dihargai dan diperlukan sehingga mereka akan semangat untuk terus berkarya, mengabdi pada negara ini.
Ada lagi aspek yang penting untuk mewujudkan kemandirian bangsa ini, yaitu insan - insan yang ada di Indonesia. Orang Indonesia, kebanyakan kurang peduli pada siapa yang menemukan suatu karya, mereka lebih peduli pada apa yang mereka temukan. Nah, inilah yang perlu disadarkan. Perlu adanya semacam sosialisasi, perlu adanya training, untuk menyadarkan mereka, bahwa penemunya juga penting, tidak hanya karyanya saja. Itu juga sebagai wujud apresiasi kita kepada mereka yang sudah menemukan dengan susah payah.
Satu hal lagi yang tak kalah penting, yaitu Ideologi dan kepercayaan. Ideologi suatu negara adalah tiang mereka untuk mendirikan negara itu. Seperti yang masih kita ingat, bahwa ideologi negara kita adalah Pancasila, dimana dalam Pancasila ini mencangkup semua aspek, dimana kita menghadapi hidup ini. Jika kita bisa mengaplikasikan Pancasila ini, kita bisa mewujudkan jiwa yang mandiri, beridealisme, patriot dan mempunyai nasionalisme yang tinggi. Tentunya hal itu diseimbangkan dengan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa agar kita bisa tetap berada pada jalan yang benar.
Maka dari itu, sebagai engineer – engineer muda kita harus menancapkan pada jiwa dan pikiran kita bahwa walaupun (Insya Allah) kita bersekolah di luar negeri, tapi sebagai warga negara yang baik dan cinta pada tanah air, kita harus kembali pada negeri kita tercinta ini dan mengabdi kepadanya untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri. Mulailah itu pada diri kita sendiri. Jika kita berhasil mewujudkan hal tersebut, maka itu tidak hanya mengangkat derajat Indonesia di mata dunia, tapi juga menambah rasa cinta kita pada negara ini dan semakin berkembanglah inovasi di negara ini.
***