Archive for the ‘d'Essay’ Category

h1

PERAN ENGINEER DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BANGSA

October 9, 2009

oleh:Bambang Edi Budianto

Sebelum kita manjadi seorang engineer, kita akan mengalami massa dimana kita mendapatkan ilmu untuk menjadi seorang engineer. Un tuk menjadi engineer yang baik dan hebat, kita harus manguasai iptek dan imtak, alangkah baiknya jika kita jua aktif dalam berorganisasi. Manurutku, engineer sangat di perlukan bagi Indonesia. Tanpa engineer, Indonesia tidak akan berkembang. Tugas seorang engineer tidaklah mudah, terutama di negara-negara yang sadang berkembang seperti Indonesia ini.

Tanpa seorang engineer, sebuah negara tidak dapat mengolah kekeyaan alamnya secara maksimal. Enginner yang handal, akan dibutuhkan oleh nagara manapun. Indonesia sekarang ini menurutku sedang mengalami krisis engineer, terutama yang handal. Andai saja indonesia mempunyai enginer yang memadai, mungkin Indonesia tidak akan mengalami hal2 yang sakarang terjadi. Misalnya di PAPUA sana, tambang emas kita di kelola oleh pihak asing. Pihak asing yang menjadi engineernya, pihak kita yang bekerjanya. Hasil yang didapat untuk Indonesia hanya sedikit jauh d bandingkan pihak asing tersebut. Andai saja yang di PAPUA sana kita yang memanganinya, maka kita tidak akan mengalami kerugian yang besar.

Melihat contoh diatas dapat dipastikan peran engineer sangatlah penting. Terutama dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Tanpa seorang engineer, sebuah negara akan bargantung oleh negara lain yang mempunyai engineer. Terutama seorang engineer yang handal, berpengalaman, dan dapat menjadi seorang peminpin.

h1

Peran Enginer dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa di Bidang Teknologi

October 8, 2009

Oleh : Praftiwi Umitri

Tidak dapat dipungkiri, negara yang berkembang memiliki tingkat kemandirian yang relatif rendah. Ketergantungannya pada negara maju sangat tinggi. Begitupun Indonesia. Indonesia tidak bisa lepas dari bayang-bayang negarea maju. Sekedar untuk suatu yang primer seperti sandang, pangan, dan papan pun Indonesia tidak bisa lepas dari mereka. Nafas Indonesia sangat bergantung dari suply negara maju.

Kita tahu hakikat negara maju adalah negara yang memiliki penguasaan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang tinggi. Dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) itulah mereka mengendalikan, mengubah, dan mengatur peradaban dunia termasuk mengatur kehidupan negara-negara miskin dan berkembang. Sehingga secara langsung ataupun tidak langsung kehidupan negara-negar tersebut harus mengikuti keinginan dan arus ambisi negara maju, dan begitu pun Indonesia.

Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) suatu  negara ialah dengan menghitung jumlah scientist dan enginer yang handal dan berkompeten dari negara tersebut.

Lebih lanjut pembahasan akan lebih tertuju dan terfokus pada peran Enginer.

Dari tiga paragraf sebelumnya dapat diringkas menjadi suatu alur sebagi berikut;

Enginer                                    →        parameter penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)        →        Penentu tingkat kemajuan suatu negara

Negara maju    →        negara memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi

dan penarikan silogismenya;

peran Enginer  →        negara memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi.

Telah tersimpulkan bahwa Enginer berperan untuk menjadikan suatu negara memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi. Tapi enginer dalam hal ini bukanlah sekedar “Sarjana Teknik”, bukan sekedar “Output alias lulusan Fakultas Teknik” , tetapi mereka yang benar-benar telah terbukti  kompetensinya dalam ilmu teknik khususnya dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam lingkup luas umumnya.

Enginer memegang peranan besar dalam mewujudkan kemandirian bangsa ini, negara ini, bumi pertiwi, Indonesia. Tak sedikit enginer Indonesia yang berkompeten dan terkadang memiliki kemampuan yang lebih dari enginer handal negara maju, namun tak sedikit pula enginer Indonesia tersebut yang kehilangan rasa ideologismenya. Banyak diantara mereka yang mengkhianati bangsa ini. Dengan kompetensi dan kehandalan mereka yang terus menjadi incaran mata-mata negara maju, dengan hanya iming-iming pemberian fasilitas hidup dan tawaran materi yang berkali-kali lipat dari yang disanggupi tanah tumpah darahnya, mereka rela melupakan hak bangsa Indonesia atas diri mereka.

Untuk mewujudkan kemandirian bangsa, enginer harus memiliki kompetensi dan kehandalan yang mampu bersaing dengan enginer negara maju dengan tidak melupakan dan membuang jauh ideologi bangsa. Dengan begitulah secara langsung maupun tidak, mereka telah berkontribusi besar dalam pewujudan kemandirian bangsa.

***

h1

Peran Serta Engineer dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa

October 8, 2009

Oleh : Angga Taruna Sanjaya

Indonesia adalah salah satu Negara besar di dunia. Mempunyai wilayah yang sangat luas dimana terdapat kekayan alam yang luar biasa.. Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang banyak. Akan tetapi jumlah penduduk yang sangat banyak tadi masih belum seimbang dengan kekayaan alam yang bisa kita kelola sendiri. Kita masih sangat tergantung kepada pihak asing. Bahkan tidak jarang merekalah yang menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Sangat menyedihkan bukan? Disinilah peran engineer akan sangat penting dalam mewujudkan kemandirian bangsa tersebut. Engineer dituntut bisa mengolah kekayaan alam Indonesia sendiri tanpa campur tangan pihak asing.

Misalnya saja mengola semaksimal mungkin gas alam di pulau Natuna yang merupakan sumber gas yang sangat potensial. Sehingga rajyat Indonesia bisa menikmati kekayaan negerinya yang kaya ini. Tidak di bodohi oleh pihak asing yang rakusnya bukan main. Sebagai seorang engineer maka sudah seharusnya lah kita berusaha lebih keras untuk bisa memajukan negeri ini. Menjadi bangsa yang mandiri,yang tidak tergantung lagi dengan pihak asing. Bahkan mereka yang nantinya akan tergantung pada kita.

***

h1

Peran Engineer Dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa di Bidang Teknologi

October 7, 2009

Oleh : Anisza Okselia

Dewasa ini begitu banyak teknologi yang sedang berkembang, khususnya di negara kita tercinta, Indonesia. Berbagai penemuan tercipta dan dikembangkan. Sepertinya tidak ada kehidupan tanpa teknologi. Namun, di sisi lain, sering terlintas di pikiran, apakah kita bisa menerima teknologi itu? Atau, apakah bisa kita lebih mengembangkannya dan membuat menjadi lebih baik? Disinilah peran kita sebagai engineer diperlukan, dimana dengan bekal ilmu yang kita dapatkan, kita bisa mengembangkan dan memanfaatkan menjadi teknologi yang lebih tepat guna.

Memang kita masih sebagai mahasiswa baru yang butuh banyak pengalaman untuk menghadapi ini, tapi tak ada salahnya, selagi masih awal kita membuka pikiran kita. Agar, kita bisa lebih siap menghadapi persaingan global dalam mengembangkan teknologi. Sebenarnya Indonesia memiliki banyak engineer yang berpotensi dan berbakat, tapi kebanyakan dari mereka lebih memilih mengembangkan potensinya di luar negeri. Hal ini dikarenakan kehidupan mereka disana lebih terjamin dan sejahtera, mereka bisa bebas berkreasi, mengembangkan inovasi. Apalagi, Indonesia memang lebih suka mengirim barang – barang mentah mereka ke luar negeri daripada mengolahnya sendiri dan mengimpornya dalam bentuk jadi. Kalau itu dipermasalahkan, pasti akan ada alasan mengenai biaya yang tidak dimiliki, tenaga ahli yang kurang atau bahkan bahan baku yang kurang. Itu sebenarnya bukanlah alasan, tapi wujud ketidak mandirian bangsa ini.

Telah banyak ide – ide yang lahir dari engineer – engineer kita, dan telah banyak yang mendapat penghargaan karena karyanya yang besar itu. Tapi rupanya Indonesia kurang bisa menghargai itu untuk kedepannya. Mereka hanya mengakui karyanya, tapi orang yang berkarya itu malah terlupakan. Banyak hal seperti ini yang terjadi.

Sekarang, saatnya kita sebagai engineer – engineer muda berinovasi, menjadikan Indonesia lebih baik, lebih mandiri dan lebih terpandang. Kita harus bisa mengembangkan berbagai inovasi, berbagai karya, dan berbagai kontribusi untuk negara ini. Banyak bahan – bahan baku di Indonesia yang belum terjamah dan termanfaatkan dengan baik yang mulai diincar dengan orang luar. Itulah bekal kita untuk memajukan negara ini juga. Kita harus bisa mengolah itu dan menjadikan bahan yang tepat guna. Selain itu, kesejahteraan dan pengabdian terhadap engineer – engineer yang telah berperan harus dipikirkan juga agar mereka betah berada di Indonesia, merasa sejahtera, dihargai dan diperlukan sehingga mereka akan semangat untuk terus berkarya, mengabdi pada negara ini.

Ada lagi aspek yang penting untuk mewujudkan kemandirian bangsa ini, yaitu insan -  insan yang ada di Indonesia. Orang Indonesia, kebanyakan kurang peduli pada siapa yang menemukan suatu karya, mereka lebih peduli pada apa yang mereka temukan. Nah, inilah yang perlu disadarkan. Perlu adanya semacam sosialisasi, perlu adanya training, untuk menyadarkan mereka, bahwa penemunya juga penting, tidak hanya karyanya saja. Itu juga sebagai wujud apresiasi kita kepada mereka yang sudah menemukan dengan susah payah.

Satu hal lagi yang tak kalah penting, yaitu Ideologi dan kepercayaan. Ideologi suatu negara adalah tiang mereka untuk mendirikan negara itu. Seperti yang masih kita ingat, bahwa ideologi negara kita adalah Pancasila, dimana dalam Pancasila ini mencangkup semua aspek, dimana kita menghadapi hidup ini. Jika kita bisa mengaplikasikan Pancasila ini, kita bisa mewujudkan jiwa yang mandiri, beridealisme, patriot dan mempunyai nasionalisme yang tinggi. Tentunya hal itu diseimbangkan dengan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa agar kita bisa tetap berada pada jalan yang benar.

Maka dari itu, sebagai engineer – engineer muda kita harus menancapkan pada jiwa dan pikiran kita bahwa walaupun (Insya Allah) kita bersekolah di luar negeri, tapi sebagai warga negara yang baik dan cinta pada tanah air, kita harus kembali pada negeri kita tercinta ini dan mengabdi kepadanya untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri. Mulailah itu pada diri kita sendiri. Jika kita berhasil mewujudkan hal tersebut, maka itu tidak hanya mengangkat derajat Indonesia di mata dunia, tapi juga menambah rasa cinta kita pada negara ini dan semakin berkembanglah inovasi di negara ini.

***

h1

Engineer untuk Kemandirian Bangsa

October 7, 2009

Oleh : Sabilla Rosyadi

Suatu bangsa dapat dikatakan mandiri jika bangsa tersebut dapat memakai semua produk buatan bangsanya serta tidak bergantung pada bangsa lain. Kemandirian tersebut mencakup semua bidang kehidupan. Salah satunya kemandirian dalam bidang teknologi.

Engineer sangat berperan dalam kemajuan bangsa. Para engineer juga dapat membuat suatu bangsa mandiri dalam bidang teknologi. Mereka dapat menciptakan suatu produk teknologi untuk bangsanya, jadi bangsa tersebut tidak akan bergantung pada bangsa lain untuk mengolah tanah alam serta seisinya.

Engineer membuat semua teknologi-teknologi tersebut dengan pemikiran mereka sendiri, dengan semua kemampuan mereka untuk kemandirian dalam bidang teknologi. Hal ini dapat meningkatkan taraf hidup suatu bangsa karena mereka membeli barang-barang buatan bangsa itu sendiri yang sangat berguna untuk pertumbuhan ekonomi bangsa tersebut.

Selain itu, para engineer juga akan membuat bangsa tersebut cinta akan produk bangsanya sendiri. Engineer juga sangat berperan dalam membaiknya suatu teknologi, contohnya para petani dengan suatu alat yang para engineer buat, maka para petani dapat menggarap lahan sawah mereka dengan mudah dan dengan waktu yang relative singkat. Hasil yang diperoleh oleh para petani pun relative memuaskan.

Teknologi bangsa tersebut dapat berkembang dengan pesat jika engineer tersebut selain membuat alat-alat yang bermanfaat di segala bidang, khususnya bidang teknologi, para engineer juga harus bisa menjelaskan pada bangsa tersebut apa manfaat yang dapat dirasakan ketika bangsa tersebut menggunakan alat tersebut. Manfaat yang dirasakan tersebut harus dapat melampaui alat teknologi buatan bangsa lain . Semoga para engineer FT UGM dapat mewujudkan kemandirian bangsa dalam bidang teknologi khususnya teknik fiska untuk Indonesia yang lebih maju.

***

h1

Engineer Sebagai Tolak Ukur Kemajuan Bangsa

October 7, 2009

Oleh : Muhammad Fickard

Seperti yang kita ketahui bahwa suatu Negara itu terdiri atas beberapa komponen seperti wilayah, warga Negara dan sistem pemerintahan. Untuk mengolah SDA yang terdapat di Negara tersebut diperlukan SDM yang berkualitas. Jika SDM negara tersebut bagus, otomatis SDA yang akan dimanfaatkan semakin banyak dan ini dapat menunjukkan tingkat kemajuan bangsa tersebut SDM ini terdiri atas beberapa profesi penting yang sangat dibutuhkan di bidangnya. Diantar profesi tersebut adalah seorang engineer.

Mengapa seorang engineer pengting dalam kemajuan bangsa? Ini karena seorang engineer merupakan profesi yang menerapkan hasil penelitan yang dikembangkan oleh peneliti untuk digunakan mengolah hasil SDA yang ada. Seorang engineer juga berperan dalam pembangunan di Negara baik dalam hal infrastruktur, telekomunikasi serta teknologi.

Engineer juga berperan dalam pergerakan ekonomi dalam bangsa tersebut, hal ini dapat dilihat dari banyaknya engineer yang membuka lapangan kerja baru. Dengan demikian tingkat pengangguran dapat ditekan dan pandapatan Negara dapat meningkat.

Peranan engineer juga sangat terlihat dalam Negara berkembang. Di Negara berkembang seorang engineer berperam sangat penting dalam pembangunan di Negara tersebut.

Dari sedikit penjabaran diatas dapat kita peroleh kesimpulan bahwa seorang engineer merupakan ujung tombak kemajuan bangsa. Sebernya masih banyak peranan engineer dalam suatu bangsa karena engineer bersifat dinamis, selalu mengikuti perubahan akan tuntutan perkembangan jaman.

***

h1

Peran Enginer dalam Masyarakat Masa Kini

October 7, 2009

Oleh :  Raymundus Rizki Domo Wicaksono

Perkembangan zaman yang makin maju dan modern, seolah menuntut kita untuk dapat terus mengikuti perkembangannya. Dampak dari kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini adalah munculnya system-sistem yang sangat canggih. Di samping itu, dampak lain yang cenderung muncul adalah ditemukannya berbagai alat canggih yang dapat membantu pekerjaan manusia. Secara umum peralatan-peralatan tersebut dapat dengan mudah diaplikasikan di dalam masyarakat. Namun kita tahu bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai lapisan, yaitu lapisan bawah, tengah, dan atas. Sementara itu produk yang dihasilkan oleh perindustrian secara umum, merupakan produk yang cenderung hanya dapat dibeli oleh kalangan atasdan sebagian dari kalangan menengah.

Oleh karena itu para pakar dalam bidangnya berpikir keras untuk dapat mewujudkan impian tersebut, yaitu teraplikasinya produk-produk pada semua lapisan masyarakat. “bagaimana caranya?” pertanyaan itu langsung terlintas untuk menanggapi mimpi yang mungkin hamper tabu untuk diwujudkan. Barang canggih dengan harga yang ekonomis menjadi impian semua kalangan masyarakat. Tapi kita tahu bahwa dalam mewujudkan hal yang sedemikian besar hanya baru terwujud dalam skala kecil saja dan baru merupakan impian untuk terwujud secara luas.

Para pakar berpikir bahwa hal yang semacam ini merupakan tugas para enginer muda. Peran enginer sangat menonjol untuk mewujudkan hal ini. Mereka dituntut untuk berpikir cerdas dan kreatif untuk menanggapi masalah tersebut. Seharusnya peralatan dan bahan-bahan yang tidak lengkap bukan merupakan masalah yang dapat mengendorkan semangat para enginer muda ini. Kita tahu bahwa mereka punya potensi yang sangat besar, yang melebihi akal pikiran manusia. Potensi itu hanya terpendam dan hanya menunggu waktu untuk melihat wujudnya. Bayangkan bila waktu itu dating, dan para enginer muda dapat menggunakan barang yang nilai ekonomisnya rendah, lalu menghasilkan barng yang canggih dan sangat berguna, predikat Bangsa Indonesia sebagai Negara berkembang mungkin akan segera ditinggalkan. Di sisi lain, masyarakat Indonesia akan lebih sejahtera, bencana alam dapat diantisipasi secara menyeluruh, dan invansi dari Negara lain dapat dihilangkan.

Penantian masyarakat akan datangnya para enginer kreatif takkan pernah berhenti.

***

h1

Peran Enginer dalam Membangun Bangsa

October 7, 2009

Oleh : Listya Nugroho

Di era teknologi ni, Indonesia sangat membutuhkan alat alat teknoplogi yang berkualitas tinggi dan berfungsi secara efisien. Kebanyakan kita mengimpor barang3 tersebut dari luar negeri. Barang2 buatan luar tersebut tetap memerlukan perawatan dan perbaikan jika terjadi kerusakan. Dengan begitu kita sangat bergantung terhadap negara yang menyediakan alat tersebut.

Seharusnya kita menjadi negara  yang mandiri dan mampu mengembangkan pemikiran kita yang selam ini hanya menjadi wacana belaka. Pekembangan teknologi yang pesat juga memaksa kita untuk bisa mengikuti perkembangan tersebut.

Perkembangan teknologi di bidang perangkat keras komputer mendukung perkembangan globalisasi informasi tersebut. Dari komputer yang tadinya merupakan komputer milik segelintir pemakai dengan kemesteriusannya (besar, sulit dioperasikan, dalam ruang khusus, perlu operator, dll) menjadi komputer yang semakin hari semakin kecil bahkan menjadi komputer pribadi, yang dapat diletakkan bersama barang lain dengan cara yang nyaman, bahkan bisa “berbicara” (mengeluarkan suara). Hal ini mengakibatkan komputer semakin digunakan diberbagai bidang. Bahkan saat ini, hampir semua tawaran lowongan pekerjaan di bidang apapun di beberapa tingkatan pekerjaan memasyarakatkan penguasaan akan komputer.

Perkembangan teknologi perangkat lunak juga tidak kalah pesatnya. Perangkat lunak yang tadinya hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan fungsional. Berkembang menjadi perangkat lunak yang selain fungsional juga mudah dan nyaman dipakai. Akibatnya, pengguna perangkat lunak semkain banyak dan ukuran komplektisitas perangkat lunak juga bertambah. Perangkat lunak yang semakin mudah untuk digunakan pemakai, sebenarnya makin sulit dikembangkan. Perangkat lunak yang hanya dituntut berfungsi secara fungsional dalam skala kecil cukup dikembangkan oleh pemrogram sekaligus pemakainya. Perangkat lunak yang besar dan kompleks harus dikembangkan oleh suatu tim dengan berbagai keahlian serta metodelogi tertentu.

Daalm pengembangan tersebut enginer memegang peranna besar. Para engineer melakukan riset yang terus menerus sehingga menghasilkan hasil yag sangat berguna bagi bangsa. Dengan kemampuan  yang dapat mencipta itu, kita dapat terlepas dari negara luar. Kita memanfaatkan para engineer yang terdapat begitu banyak d inonesia.

Para engineer yg mempunyai skill di bidangnya dapat bekerja sama demi membangun masa depan Indonesia yang mandiri. Dalam industri komputer, kita telah mampu menciptakan komputer local yang berkualitas. Itu merupakan sedikit contoh dalam pengembangan teknologi yang besifat mandiri yang dapat terus kita kembangkan.

***

h1

Peran Engineer Dalam Membangun Bangsa

October 6, 2009

Oleh : F.X. Wisnu Primadita

Sedikit saja mengulang pelajaran Sejarah ketika jaman SMA dulu. Tentu masih ingat dengan Restorasi Meiji. Saat itu sekitar akhir abad 20 Pangeran Matshuhito melakukan pembaharuan di Jepang dengan melakukan politik membuka diri. Jepang megirimkan orang-orang mudanya untuk belajar teknologi di Eropa dan Amerika Serikat. Setelah selesai belajar di luar negeri mereka kembali lagi ke Jepang dan membangun Jepang. Perlahan-lahan Jepang pun bangkit menjadi negeri yang maju di bidang teknologi dan industri, dan akhirnya ekonomi Jepang pun tumbuh.

Coba di bandingkan dengan keadaan Indonesia saat ini. Harusnya seorang engineer di Indonesia pun mampu melakukan perubahan seperti dengan apa yang terjadi di Jepang. Iklim politik yang mulai membaik sejak merdeka tampaknya kurang di manfaatkan dengan baik. Lantas apakah yang menyebabkan para engineer ini kurang berhasil dalam membangun bangsa.

Saya melihat ada dua penyebab utama. Penyebab utama yang pertama adalah kurangnya kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada engineer Indonesia. Sebagai contoh ketika ada proyek untuk membuat mesin untuk mengolah sampah di Bandung pemerintah menyerahkan tugas itu pada pemborong asing padahal anak-anak ITB sanggup untuk membuat proyek itu dengan dana bahkan dengan biaya yang relatif lebih murah.

Lalu penyebab kedua adalah kurangnya apresiasi dari pemerintah kepada para Engineer. Para sarjana teknik yang bekerja di lembaga pemerintah kurang sejahtera dalam hidupnya. ‘Imbalan’ yang diberikan di rasa kurang dari cukup sehingga para lulusan teknik lebih memilih untuk bekerja pada pihak Swasta dan asing.

Jika kedua persoalan itu terselesaikan maka saya percaya niscaya peran sarjana-sarjana teknik di Indonesia akan lebih optimal dalam membangun bangsanya.

***

h1

Menuju Indonesia Mandiri

October 6, 2009

Oleh : Ahmad Faqih Mahalli

Dewasa ini di Indonesia sudah banyak mengeluarkan engineer-engineer berbakat yang sudah merambah dunia industri di Indonesia. Sayangnya para pemuda-pemuda berbakat itu lebih tertarik untuk bekerja pada perusahaan asing ketimbang perusahaan lokal. Suatu kenyataan bahwa mereka lebih tertarik bekerja pada Schlumberger ketimbang Pertamina.

Memang bukan salah mereka untuk lebih memilih mengabdi pada perusahaan asing, yang menjadi alasan adalah kesejahteraan mereka akan lebih baik jika bekerja pada perusahaan asing ketimbang jika bekerja pada perusahaan lokal. Dan juga produk-produk asing lebih di gemari para konsumen lokal.

Itulah sekilas yang terjadi pada bangsa kita. Bangsa kita lebih memilih untuk bekerja pada perusahaan asing daripada perusahaan lokal, selain itu masyarakat juga lebinh menyukai memakai produk asing daripada produk asli Indonesia. Jika sifat-sifat seperti itu diteruskan, maka dapat mematikan usaha-usaha anak bangsa. Dan bangsa kita tak akan menjadi bangsa yang mandiri. Bagsa kita akan selalu bergantung pada bangsa asing dan tidak akan berkembang.

Disinilah kita sebagai engineer yang akan membuat bangsa ini lebih mandiri harus menjalankan perannya. Mari kita bangun industri-industri lokal yang mampu bersaing di pasar global. Mari kita buat produk-produk lokal menjadi tuan di negerinya sendiri. Berbanggalah deengan produk-produk asli Indonesia. Selamat Berjuang.

***

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.